Selasa, 18 Februari 2014 0 komentar

karena dia bukanlah milikku

karena dia bukanlah milikku,

dan selamanya takkan pernah jadi milikku,

aku harus paksa diriku

untuk berhenti menyayanginya.

aku harus mampu mencoba

menghilangkan semua pengharapan yang ada di dada.

karena dia bukan milikku,

aku tak pernah berani untuk berusaha,

berusaha untuk tetap bertahan dalam kebekuan

menatap sayu apa yang ada di hadapan

aku hanya perlu untuk belajar.

belajar melupakan.

melupakan apa yang memang

seharusnya aku lupakan.

tentang dia yang jauh dari pandangan,

tentang dia yang hanya ada dalam khayal.

tentang dia yang selalu mampu membuatku bimbang.


aku menyerah.

menyerah untuk bertahan.

aku pasrah.

untuk berusaha memperoleh kepastian.

kepastian itu.

yang sebenarnya sudah sangat jelas.

bahwa aku tak boleh lagi mengharapkan.

mengharapkan yang tak pernah ada dalam genggaman.

siapapun dia.

dia ataupun dia.

tak kan pernah ada lagi dalam hidupku.

sebagai seorang yang istimewa lagi.

kini aku hanya bisa menyebutnya

sebagai teman biasa.

yang tak berbeda dengan lainnya.

aku hanya ingin tersenyum

memandangnya dari kejauhan.

meski perih.

aku harus mampu untuk menahan.

meski sakit

aku berusaha agar dia tak tahu bahwa aku sakit.

#fa
0 komentar

butuh motivasi



Untuk apa menulis yang tak kau sukai. 

Menulis adalah seni. Seni mengungkapkan apa yang ada di hati, dan pikiranmu sendiri. Menulis tak bisa dilakukan dalam keadaan yang terpaksa. Mm... tapi sebenarnya bisa saja. Menulis saat tak ada keinginan untuk menulis. Banyak sih... banyak orang yang menggantungkan hidupnya dari menulis. Tapi aku, aku tak ingin menggantungkan hidupku pada menulis. Karena menulis bukanlah alat yang cocok untuk mendapatkan sebuah komisi. Ketika menulis tlah menjadi satu pekerjaan rutin yang mempunyai deadline hari, percayalah, bahwa suatu saat kau akan menemui kejenuhan bahkan stress yang sangat dalam menjalani hidup ini. 

Ya, karena aku memang bukan seorang penulis mungkin gampang saja untuk mengatakan itu. Tapi tak jarang pula penulis yang memilih menulis untuk dirinya sendiri, sesuai dengan yang disukainya, sesuai dengan ide dan gagasannya, sesuai dengan tujuannya, mereka berdiri dengan kaki mereka sendiri. Bukan orang lain yang mendeadline mereka tuk menulis, tapi mereka sendirilah yang membuat deadline mereka sendiri. Tak stress... ? akupun sebenarnya tak tahu, tapi ketika kau menulis dengan deadline mu sendiri, dengan hati yang tenang, dengan tujuan jelas namun kita bisa menikmati kegiatan menulis itu sendiri. Sebenarnya itulah kepuasan sendiri.  

Apa yang sebenarnya ingin aku sampaikan?

Bukan apa apa. Tak penting mungkin juga. 

Ini hanya sekedar untuk memotivasi diriku sendiri yang telah lama vakum dari kegiatan menulis. Tanganku sudah lama tak memiliki kemampuan untuk menuliskan apa yang sedang aku pikirkan.  Terlalu banyak hal yang sudah aku lewatkan dengan tidak menuliskannya. Banyak hal. Mungkin juga terlalu banyak pikiran buruk yang sedang merasuk dalam hati dan otakku. Sehingga aku tak mampu menyibak satu per satu detail peristiwa, hikmah dari setiap langkah yang ku jejakkan di bumi ini. 

Aku butuh motivasi menulis lagi...:(

 
;