Kamis, 01 Maret 2012

Cari Ikhlas->

Hari Minggu yang mendung, hanya mendung tanpa hujan. Aku beranjak dari kost an ku dengan langkah yang sedikit loyo. Beranjak dengan kawan satu kostku menuju mushola yang jaraknya tak terlalu jauh dari kost an ku. Tujuannya adalah satu , mengajar ngaji anak2 kecil yang masih belum punya dosa itu. Entahlah, langkahku mengapa terlalu berat untuk beranjak kesana, entah apa yang seringkali membuatku merasa enggan dan sangat malas untuk mengawali langkah pertama menuju kesana. Oh! Mengapa aku? 

Namun kini aku tahu jawabannya. Aku paham apa sebabnya. Aku tersadar setelah aku menonton film “Hafalan Shalat Delisa” satu makna yang sangat aku ingat dari nya, dari kata-kata ustadz Delisa. Jawaban dari pertanyaan Delisa yang bunyinya kurang lebih adalah ‘Ustadz? Mengapa saya sangat sulit melakukan satu hal’ dan jawaban dari sang Ustadz adalah karena Delisa tidak ikhlas, itu.

Ikhlas? Perkara yang sangat mudah untuk di ucapkan namun bagiku sangat sulit untuk membuktikan kata yang tak lebih dari 6 huruf itu. Ikhlas, benar-benar melakukan suatu hal dengan hati rela, tak memendam kebencian, tak hanya mengharapkan pujian, bukan untuk ajang mencari kepopuleran.ikhlas itu dari hati. Ikhlas itu benar-benar menguji diri. Seberapa mampu kita rela, tahan dan melakukan sesuatu dengan senang hati dan yang paling utama adalah ikhlas semata-mata karena illahi robbi,

Ikhlas, karena Allah menilai apa yang ada dalam hati, karena ikhlas adalah pangkal dari sebuah amal yang Allah ridhoi, karena niat adalah keikhlasan yang harus diaplikasikan. Bukankah jika kita ikhlas semua akan terasa ringan? Bukankah ketika ikhlas hal yang seharusnya susah menjadi lebih mudah? Bukankah dengan ikhlas hati kita menjadi lebih tenang?

Jawablah dengan hatimu. Bukan bibirmu. Karena seringkali lisan sangat mudah untuk memanipulasi isi hati.

Cobalah untuk membuka mata. Menelaah makna ikhlas sebenarnya. Memahami mengapa ikhlas harus ada dalam tiap hati kita. Apa sebenarnya buah dari keikhlasan yang kata orang seringkali menganggapnya percuma.

Mungkin jika aku jabarkan buah dari ikhlas versiku engkau takkan setuju dengan itu. Karena buah dari keikhlasan itu, hanya orang itu yang mampu menikmatinya setelah ia melakukannya. Jadi....
Selamat untuk menemukan buah keikhlasan itu.

Aku sendiri sedang mencari itu, dan jika kau tahu akupun kesulitan menemukannya.

Selamat mencari kawan!

3 komentar:

muhammad Shadri mengatakan...

siip mas.. saya setuju.. saya post ulang ya d blog saya

Siti Afifah mengatakan...

wah, jangan panggil saya mas donk,,,
saya kan cewek :(
iy silakan di repost ...

Unknown mengatakan...

Iklas.. itu bisa ditemukan dengan cara benar benar meyakini "semuanya milik Allah".
Harta, keluarga, ilmu yang kita punya, bahkan tenaga ibu guru untuk mengajar murit murit itu juga milik Allah..
Kenapa harus males.. Melaksanakan amanahNya, (kita kan sedang dititipin).
Semangat ya bu guru.
Ditunggu murit murit di masjit sebelah tu.
(metuek mode on :D)

Posting Komentar

 
;