Sabtu, 26 Januari 2013 0 komentar

Tantang Dirimu!



Tantanglah diri kamu dengan masalah yang sedang kamu hadapi. 

Ya. Mungkin saja ini adalah tantangan yang tujuannya bukan untuk melemahkanmu, tetapi justru tantangan ini diberikan untuk meningkatkan kualitas dirimu. Ya, mengeluh dan terus stress tak ada gunanya, hanya akan membuat diri bertambah terpuruk dan jatuh, sedang pekerjaan masih utuh menumpuk dan tak ada peningkatan.
Memang, tak semua orang menyukai tantangan, namun jika tidak ada tantangan, hidup kita akan menjadi datar. Tak mengerti?
Begini, bayangkan jika hidup kita lurus-lurus saja. Semua hal bisa kita dapatkan dengan mudah tanpa sebuah perjuangan. Apakah hidup seperti itu akan membuatmu bahagia? Ya mungkin, tapi seterusnya kau akan terus seperti itu, takkan ada kemajuan. Sekolah saja ada tingkatannya, bagaimana bisa derajat manusia bisa naik tanpa satu ujian (tantangan) untuk dihadapinya.
Terkadang dalam menghadapi tantangan kau pun akan mempunyai pesaing. Seperti yang kita tahu bahwa hidup ini adalah persaingan, dalam apapun , dimanapun pasti ada persaingan. Sewaktu kau sekolah pun kau pasti bersaing untuk mendapatkan nilai yang bagus, ada rengking 1,2,3. Lalu bagaimana dengan siswa diluar peringkat itu? mereka sama sekali tidak menyerah. Tak ada kedengkian didalamnya untuk siswa yang memang berpikir jernih bahwa semuanya pasti ada yang lebih unggul. Namun apa yang selanjutnya ada di fikiran siswa diluar peringkat tersebut? Ya, mereka pun ingin meraih peringkat tersebut, tapi harus ada step-step yang harus diambil oleh mereka. Pertama adalah mencari penyebab mengapa orang lain bisa meraih prestasi unggul, tapi ia tidak. Banyak kemungkinannya. Kurang persiapan belajar mungkin, tak pernah fokus dalam mengerjakan ulangan atau ketika guru sedang menerangkan. Ya,  banyak alasan yang diri sendiri lah yang tahu. Meski terkadang untuk merubah satu kebiasaan adalah sulit, tapi tak ada yang tidak mungkin jika kemauan telah ada dalam diri kita.
Dengan tantangan itu, kita mampu meng-upgrade kualitas diri kita, semakin banyak tantangan yang kita taklukkan, semakin banyak pula pengalaman yang ada dalam otak kita. Tantangan itu  bisa datang dari mana saja, seringkali tantangan itu berbentuk sebuah tuntutan yang harus bisa kita kerjakan. Namun yang paling seru adalah mencari tantangan, menantang diri sendiri untuk menaklukkan sejumlah tantangan yang kita temukan.
Menaklukkan tantangan adalah suatu pembuktian kepada semua orang bahwa diri kita adalah mampu. Membuktikan pada mereka yang terkadang memandang kita dengan sebelah mata. Tak perlu dongkol dan membalasnya dengan perkataan yang sia-sia, cukup dengan membuktikan bahwa apa yang selama ini mereka katakan adalah SALAH!
Jangan takut menaklukkan tantangan. Menjadi sebuah kebanggaan dan kepuasan tersendiri jika tantangan itu mampu kita hadapi. Semangat!
0 komentar

Ciptakan Mimpimu!



Memiliki impian adalah lebih penting dibandingkan dengan tercapainya mimpi itu sendiri.

Kutipan Mery Riana, motivator wanita nomor 1 di indonesia dan Asia, dalam bukunya ‘Mimpi Sejuta Dollar’.

Intisari dari buku tersebut adalah tentang semangat seorang Merry Riana yang berawal dari keluarga Tionghoa biasa dengan kehidupan yang amat memprihatinkan bermimpi untuk ‘kaya’, mampu membayar hutangnya kepada universitas di singapura yang memberinya pinjaman untuk kuliah sebesar 300 juta rupiah, mampu membahagiakan orang tuanya yang sudah mulai renta. Cita-citanya adalah menjadi jutawan di usia muda. Akhir cerita mimpinya benar-benar terwujud. Dan setelah impiannya terwujud, ia merasa hampa. Kemudian ia menciptakan mimpi yang baru lagi, yaitu menjadikan jutawan semua orang indonesia. Salah satu upayanya adalah menjadi motivator dan membuat buku biografi ‘Mimpi Sejuta Dollar’ itu sendiri.

So, apakah kamu mau berdiam diri saja di kamar? Hanya menjadi pembacanya saja? Apakah tak terpikirkan untukmu untuk membuat impian-impian baru seperti Mery Riana? Karena asal kau tahu saja bahwa Mery Riana pun berusaha keras untuk mencapai impiannya. Tapi yang penting bukan hanya usaha keras, tapi mimpi itu sendiri. hidup itu perlu mimpi. Perlu tujuan. Target.

INGAT! Mimpi, Target, Tujuan, Passion/Minat.

Pertama analisa dirimu sendiri terlebih dahulu, bidang apa yang menjadi passionmu, hobimu, bakatmu. Tentukan terlebih dahulu itu. lalu ciptakan mimpimu!

Misalkan :
     Passionku ada di bidang seni, menyanyi. Apakah aku bercita-cita menjadi penyanyi? Penyanyi genre musik apa? Menyanyi apakah menjadi pilihan profesi utama ataukah hanya sambilan saja? Menjadi penyanyi terkenal atau hanya penyanyi di acara pernikahan teman saja? Apa memang benar passionku ada di menyanyi?

Ajukan pertanyaan-pertanyaan semacam itu terhadap dirimu sendiri. mimpi yang jelas, tujuan yang terdefinisi, akan memudahkan kita untuk menyiapkan usaha menuju impian kita. jika hanya setengah-setengah saja, maka tentukan setengah itu kadarnya seperti apa ? namun jangan sampai GALAU , bingung sana sini malah tak ada satupun yang jadi.  Seperti pemain sepak bola tanpa gawang, mau dikemanakan bola yang sedang mereka mainkan???

Jika mimpi telah terdefinisi , sekarang tinggal menentukan apa saja usaha yang bisa dilakukan untuk mencapai mimpi tersebut. Perencanaan itu sangat penting. Tanpa perencanaan kita seperti berputar-putar arah dan tak sampai-sampai pada tujuan.

Kalau sudah direncanakan tapi jatuh lagi, gagal lagi, ga nyampe nyampe donk !
Jika saat-saat gagal, saat-saat terpuruk muncul maka ingat lagi impianmu, tujuanmu. Crosscek lagi semua hal yang telah kau lakukan. Perbaiki dan bersabar. Itulah satu-satunya jalan saat kau terpuruk seperti itu.

DOA,  ini sebenarnya yang paling utama. Berdoa kepada sang Empunya Mimpi... tanpa izinNya sampai berdarah-darah juga takkan pernah tercapai mimpi itu.

Yang jelas , semangatlah untuk menjalani harimu. Tanya pada dirimu setiap hari, apa inginku? Apa mimpiku? Apakah selama ini sudah maksimal usahaku? Apakah selama ini aku sudah bersungguh-sungguh untuk mencapai mimpiku itu?
Tanya Deh dirimu sendiri?
Selamat menciptakan mimpi dan meraih mimpimu!

Ref. Tulisan:annida-online.com


Kamis, 17 Januari 2013 1 komentar

Tentang Bidadari-bidadari Surga



Sungguh kisah yang mengharukan. 

BIDADARI-BIDADARI SURGA by TereLiye

Kisah sebuah keluarga sederhana yang hidup di atas lembah terpencil dengan bertani dan mencari tanaman di hutan sebagai penghidupan. Diceritakan dengan gaya bahasa yang indah tapi tidak ‘lebay’ oleh penulisnya membawa kita pembacanya berangan membayangkan bagaimana detail kehidupan yang keluarga sederhana itu alami sedari kecil saat hidup dalam kemiskinan dan berbagai kesempitan lainnya sampai saat salah satu dari mereka dipanggil kembali olehNya.
Keluarga itu terdiri dari seorang ibu yang memiliki 5 orang anak. Sebut saja ibu itu dengan sebutan mamak lainuri. Mamak lainuri membesarkan ke-5 anaknya sendiri sejak kematian suaminya saat Yashinta masih kecil. Karena tahu beban mamaknya tidak ringan, anak pertamanya yang bernama Laisa memutuskan untuk putus sekolah sampai kelas 4 dan membantu mamak lainuri bekerja. Anak kedua mereka, Dalimunte adalah anak yang sangat cerdas. Anak ke-3 adalah ikanuri dan ke-4 adalah Wibisana yang memiliki perawakan dan wajah yang sangat mirip, mereka hanya berjarak 11 bulan saja, sehingga sering mereka disebut anak kembar, kelakuannya pun sama, sama-sama nakal. Terakhir si bungsu Yashinta yang keras kepala dan sangat suka melihat berang-berang di hutan bersama Laisa.
Banyak petualangan yang mereka alami selama perjalanan hidup mereka hingga mereka dewasa hingga akhirnya Kak Laisa dipanggil olehNya. Kisah mengharukan menghiasi novel ini, antara pengorbanan seorang kakak yang rela mengorbankan sekolahnya, mengorbankan kebahagiaannya sendiri , kasih sayang seorang adik, teladan dari seorang ibu dan kekeluargaan yang amat erat satu sama lain. 

Recomended lah pokoknya...
 
;