Khusyuk. Mungkin sebuah hal yang sulit untuk dilakukan. Ya,
benar sulit. Aku pun merasakannya. Dan sebuah kewajiban yang terkadang terasa
memberatkan jika kita tak memaknainya dengan keikhlasan. Namun ketika kau
kering hati, kau akan tahu betapa bukanlah Allah yang membutuhkan khusyuk kita,
tapi hati kita, diri kitalah yang membutuhkannya untuk menenangkan jiwa. Dan
shalat yang sangat berat dilaksanakan kecuali bagi orang-orang yang benar-benar
menyerahkan dirinya kepada Allah, yang khusyuk dalam sholatnya.
Khusyuk. Mungkin sebuah hal yang sulit untuk dilakukan. Ya,
benar sulit. Aku pun merasakannya. Dan sebuah kewajiban yang terkadang terasa
memberatkan jika kita tak memaknainya dengan keikhlasan. Namun ketika kau
kering hati, kau akan tahu betapa bukanlah Allah yang membutuhkan khusyuk kita,
tapi hati kita, diri kitalah yang membutuhkannya untuk menenangkan jiwa. Dan
shalat yang sangat berat dilaksanakan kecuali bagi orang-orang yang benar-benar
menyerahkan dirinya kepada Allah, yang khusyuk dalam sholatnya.
Terkadang aku lupa, bahwa hidup ini singkat, singkat sekali bahkan
namun diriku seringkali tak perduli dan acuh akan itu.
sombong dan pede bahwa aku masih akan hidup lebih lama lagi.
ya... aku yakin tak hanya aku yang berpikir seperti itu.
bahkan kau yang membaca inipun seringkali lupa bahwa sewaktu-waktu
kematian akan mendekat, menghampiri kita dalam keadaan apapun yang mungkin
saja tak kita sadari.
kematian, sesuatu yang sangat pasti, namun kita sendiri tak tahu
kabarnya, tak pernah ia memberi tahu terlebih dahulu kepada kita
kau akan mati pada detik sekian, menit sekian, jam sekian, hari sekian
pada tahun sekian...
kalau menurutmu adakah? coba siapa yang mau beritahu? kapan ia akan datang?
pasti tak ada yang akan menjawab,,,
jika kau datang kepada peramal pun. ia hanya manusia, yang sewaktu waktu
kematian pun datang menghampirinya. dan ingatlah bahwa percaya kepada
selain Allah adalah musyrik!!!
kematian, sebuah misteri ilahi yang pasti terjadi.
kematian, sebuah penghancur kelezatan nikmat duniawi.
di dunia kita hanya memiliki 3 waktu
hari kemarin, masa lalu yang takkan pernah kembali lagi.
hari esok, masa depan yang masih ghaib di hadapan kita,
kita tak tahu apa yang akan terjadi di hari esok.
dan hari ini, hari yang kita miliki, hari yang harus kita isi dengan
kegiatan yang bermuatan ibadah, diisi dengan amalan yang akan mengantarkan
kita pada surga atau neraka. orientasi kita, kegiatan kita haruslah hanya
untuk mengharap ridho Allah saja.
berusahalah...ngotot boleh, ikhtiar semaksimal mungkin. gapai impianmu.namun landasilah
hanya karena Allah saja, lillahi ta'ala,
namun jika impianmu belum juga nyata, bersabarlah
akan ada ganti yang lebih baik lagi yang Allah sediakan untuk kita.
Allah...
itulah, itulah yang menjadi tujuan hidup kita sebenarnya.
Allah...
Allah...hanya Allah,,,
ikhlaskan semua amalan hanya karena Allah...
yuk...berusaha sekuat tenaga agar SIAP => Selalu Ingin Allah Puas
:)
namun diriku seringkali tak perduli dan acuh akan itu.
sombong dan pede bahwa aku masih akan hidup lebih lama lagi.
ya... aku yakin tak hanya aku yang berpikir seperti itu.
bahkan kau yang membaca inipun seringkali lupa bahwa sewaktu-waktu
kematian akan mendekat, menghampiri kita dalam keadaan apapun yang mungkin
saja tak kita sadari.
kematian, sesuatu yang sangat pasti, namun kita sendiri tak tahu
kabarnya, tak pernah ia memberi tahu terlebih dahulu kepada kita
kau akan mati pada detik sekian, menit sekian, jam sekian, hari sekian
pada tahun sekian...
kalau menurutmu adakah? coba siapa yang mau beritahu? kapan ia akan datang?
pasti tak ada yang akan menjawab,,,
jika kau datang kepada peramal pun. ia hanya manusia, yang sewaktu waktu
kematian pun datang menghampirinya. dan ingatlah bahwa percaya kepada
selain Allah adalah musyrik!!!
kematian, sebuah misteri ilahi yang pasti terjadi.
kematian, sebuah penghancur kelezatan nikmat duniawi.
di dunia kita hanya memiliki 3 waktu
hari kemarin, masa lalu yang takkan pernah kembali lagi.
hari esok, masa depan yang masih ghaib di hadapan kita,
kita tak tahu apa yang akan terjadi di hari esok.
dan hari ini, hari yang kita miliki, hari yang harus kita isi dengan
kegiatan yang bermuatan ibadah, diisi dengan amalan yang akan mengantarkan
kita pada surga atau neraka. orientasi kita, kegiatan kita haruslah hanya
untuk mengharap ridho Allah saja.
berusahalah...ngotot boleh, ikhtiar semaksimal mungkin. gapai impianmu.namun landasilah
hanya karena Allah saja, lillahi ta'ala,
namun jika impianmu belum juga nyata, bersabarlah
akan ada ganti yang lebih baik lagi yang Allah sediakan untuk kita.
Allah...
itulah, itulah yang menjadi tujuan hidup kita sebenarnya.
Allah...
Allah...hanya Allah,,,
ikhlaskan semua amalan hanya karena Allah...
yuk...berusaha sekuat tenaga agar SIAP => Selalu Ingin Allah Puas
:)
Kreatif, membuat hal yang orang cari namun
belum banyak orang yang mampu membuatnya. Mencari peluang yang banyak orang
takut untuk mengambilnya. Memanfaatkan sesuatu yang seringkali banyak orang
yang mengabaikannya menjadi sesuatu yang justru disukai oleh banyak orang.
Mengerjakan pekerjaan yang hanya segelintir orang yang meminatinya, itulah
peluang bagimu untuk menciptakan inovasi dan kreatifitas baru yang belum ada
satupun orang menemukannya. Terkadang dari hal-hal sederhana yang kita temui di
kehidupan kita sehari-hari seringkali kita menemukan bahwa ada satu ide yang
mungkin bisa kita terapkan. Meski terkadang perlu keberanian untuk itu. Karena
semua itu adalah sulit, aku mengatakannya sulit bukan untuk menakutimu, tapi
itu adalah satu risiko yang harus di ambil oleh orang-orang kreatif, namun
sulit bukan berarti tidak mungkin.,
semua itu sulit tetapi mungkin, katakanlah kepada diri sendiri seperti
itu. Jangan katakan pada diri ini mungkin tetapi sulit,
Ada satu cerita yang aku dengan dari bisik
bisik tetangga, ceritanya begini, ada dua orang siswa di kelas, sebut saja
Anton dan Doni, Anton menantang Doni untuk melakukan suatu hal, yaitu bagaimana
caranya agar telur ayam yang baru diambil dari sarangnya itu bisa berdiri. Doni
berpikir seribu kali, bagaimana ya...banyak cara ia tempuh, namun nihil ia tak
mampu mendirikan telur itu.
‘Aku menyerah ton...lalu bagaimana sebenarnya
kau mampu mendirikan telur itu? ’ ungkap Doni.
Hanya tersenyum. Anton mengambil telur yang
sedari tadi digunakan Doni untuk percobaan. Dan apa yang dilakukan Anton? Ia
menekan telur sampai bagian bawahnya sedikit remuk dan telur itupun mampu
berdiri.
‘Hahahaha....kalo begitu semua orang juga
bisa...’ kata Doni.
“Kalau kamu bisa, mengapa tadi kau tak
melakukan itu, padahal saya tak pernah melarang kamu untuk melakukan itu,
tho!!!” jawab Anton
Itulah gambaran manusia kreatif, Anton. Dan
Doni adalah kita yang sering menganggap hal dengan mustahil. Mencemooh orang
ketika mereka mampu membuat prestasi lebih dari kita.
Ya, just do it!!! Selama itu tak membuatmu
rugi dan tak membuatmu menyesal, lakukanlah...tapi coba pikirkan dengan matang
apa yang harus kamu lakukan.
Be Creatif dunk....
Untuk bisa bersemangat kau perlu motivasi,
namun sebagai manusia ada kalanya kita memiliki rasa demotivasi yang seringkali
menghambat gerak kita dalam melakukan sesuatu atau mengejar sesuatu. Maka dari
itu, untuk menjadi orang yang mampu termotivasi , mampu bangkit ketika
demotivasi menyerang, kita harus mengetahui caranya. Adapun cara yang ku anggap
mampu mempan membangkitkan motivasiku yang semula luntur. Apakah itu?
1.
Ingat akan tujuan awal kita,
cita-cita kita, untuk apa kita melakukan ini melakukan itu., dengan mengingat
itu, kita insyaallah menjadi bersemangat kembali.
2.
Membaca artikel motivasi,
mendengar kata motivasi, misalkan menempelkan pada dinding kamar kata-kata
motivasi atau meminta nasihat ,tips pada orang yang dimata kita selalu
bersemangat.
3.
Mulailah, untuk memulai sesuatu
adalah sulit, ya memang langkah pertama adalah langkah yang paling sulit untuk
dilakukan, namun tanpa langkah pertama kita takkan mampu untuk mencapai tujuan
kita. Maka tempuh langkah pertama itu.
4.
Berdoalah, karena doa adalah
senjata, doa adalah alat untuk kita selalu ingat kepadaNya, memohon untuk
dimudahkan jalannya, memohon untuk senantiasa memberi petunjuk pada kita, juga
mengampuni dosa kita.
5.
Fokus, fokus untuk menyelesaikan
satu hal , satu keterampilan dalam satu waktu, itu akan membuatmu menjadi
mahir, jika dilakukan dengan sabar dan tekun.
OK, selamat membangun motivasimu
kembali!
jika engkau merasa lelah dengan semua yang ada dihadapanmu kini,
harusnya kau tahu bahwa semua orang pun lelah dengan kehidupannya,
tapi kau tahu mengapa mereka bisa bangkit kembali setelah kelelahan
yang bertubi-tubi?
karena mereka beristirahat. beristirahat untuk sejenak berpikir.
beristirahat untuk sejenak merenung.
harusnya kau tahu bahwa semua orang pun lelah dengan kehidupannya,
tapi kau tahu mengapa mereka bisa bangkit kembali setelah kelelahan
yang bertubi-tubi?
karena mereka beristirahat. beristirahat untuk sejenak berpikir.
beristirahat untuk sejenak merenung.
jika ini adalah sebuah cerita, maka
akan kumulai dengan sebuah
kata sederhana,
kata sederhana,
"Dengarlah..."
Dengarlah bahwa semua ceritaku bukanlah cerita yang aku karang
dengan sengaja dalam imajiku sendiri. bukanlah cerita yang aku
rekayasa sedemikian rupa sehingga terlihat apik jika di baca.
bukanlah cerita yang tujuannya membuat semua pembaca terpesona.
tapi dengarlah bahwa ceritaku adalah nyata, cerita yang mungkin
terdengar tak menarik bagi sebagian manusia. cerita yang mungkin
hanya aku saja yang mampu mengertinya, cerita yang mungkin
hanya orang tertentu saja yang mau tuk mendengarkannya.
ini adalah sebuah cerita tentang seseorang yang pesimis akan
hidupnya, masa depannya. ia tak pernah merasa percaya diri dengan
dirinya, ia sering minder jika berhadapan dengan orang
yang stratanya lebih tinggi darinya, ia sering malu jika harus
berbicara di depan orang banyak. ia sering menyimpan ketakutan
dalam hatinya 'bagaimana masa depanku nanti, apakah aku bisa?'
pertanyaan itulah yang seringkali muncul dalam benaknya, mungkin
kau akan mengatakannya sebagai seorang pecundang dan pesimistis.
tapi percayalah bahwa ia sendiripun tak mau untuk itu. ia tak mau
sama sekali memiliki sifat seperti itu. ia ingin seperti layak
nya orang lain yang mempunyai kepercayaan diri tinggi
tidak minder, dan optimis akan masa depannya sendiri.
ya, itulah dia. seringkali terlintas dalam pikirannya bahwa
ialah yang paling menderita, kebanyakan orang membencinya, jika
berjalan ia seolah menjadi perhatian sehingga muncul dalam pikiran
nya 'adakah yang salah dengan penampilanku?' ya, itulah yang
muncul dalam pikirannya. PEDE banget ya? padahal belum tentu orang
orang melihatnya. belum tentu orang-orang melihatnya dengan sebelah
mata. tapi itulah yang terpikir dalam benaknya.
dia mulai merasa tak nyaman dengan dirinya. banyak pertanyaan yang
muncul dalam benaknya. mengapa aku begini? tak bisakah aku berubah?
ia bertanya pada dirinya sendiri. dia tahu semua permasalahan
dalam dirinya, tapi ia tak tahu bagaimana ia harus memperbaiki semuanya
ia tahu bahwa ia hanya harus yakin akan dirinya, ia tahu bahwa ia hanya
harus percaya pada kemampuannya. ia tahu bahwa ia hanya perlu waktu
untuk bisa memperbaiki semuanya, namun seringkali memahami dirinya sendiri
begitu susah ia rasa. untuk melakukan step by step perubahan diri
terasa begitu berat baginya.
namun satu yang selalu ia yakini dalam hatinya. ada Allah yang tak pernah
lelah menuntunnya, tak pernah meninggalkannya, tak pernah acuh padanya.
meski semuanya kadang terasa melelahkan dan membuatnya drop, tapi setiap kali
ia ingat akan Rabbnya, muncul satu keberanian, muncul satu tekad dalam
hatinya.
AKU TAK BOLEH KECEWAKAN RABBku...
itu, itu yang selalu menjadi motivasi di setiap kepesimisan dirinya.
karena ia tahu ia rapuh. ia tak pernah berhenti memohon padaNya
agar selalu memberi kekuatan untuk menghadapi setiap kepesimisan
yang datang di hari-harinya. ia yakin bahwa Allah mengerti akan dirinya,
mungkin setiap kepesimisan adalah satu pelajaran berharga untuknya.
untuk mengerti keMahaanNya, dan berusaha optimis karena Allah selalu
ada di hatinya.
Dia bercerita tentang dirinya. cerita yang ku tahu bahwa itu adalah
pelajaran berharga buatku. karena ia adalah aku.
Hari Minggu yang mendung, hanya mendung tanpa hujan. Aku
beranjak dari kost an ku dengan langkah yang sedikit loyo. Beranjak dengan
kawan satu kostku menuju mushola yang jaraknya tak terlalu jauh dari kost an
ku. Tujuannya adalah satu , mengajar ngaji anak2 kecil yang masih belum punya
dosa itu. Entahlah, langkahku mengapa terlalu berat untuk beranjak kesana,
entah apa yang seringkali membuatku merasa enggan dan sangat malas untuk
mengawali langkah pertama menuju kesana. Oh! Mengapa aku?
Namun kini aku tahu jawabannya. Aku paham apa sebabnya. Aku
tersadar setelah aku menonton film “Hafalan Shalat Delisa” satu makna yang
sangat aku ingat dari nya, dari kata-kata ustadz Delisa. Jawaban dari
pertanyaan Delisa yang bunyinya kurang lebih adalah ‘Ustadz? Mengapa saya
sangat sulit melakukan satu hal’ dan jawaban dari sang Ustadz adalah karena
Delisa tidak ikhlas, itu.
Langganan:
Postingan (Atom)







- Follow Us on Twitter!
- "Join Us on Facebook!
- RSS
Contact