Minggu, 10 Juli 2011 0 komentar

Keep Spirit!!!


Apa kabarmu hari ini motivasi?
Kabarnya….sungguh memprihatinkan…Waduh,,,!
Motivasi luruh dan ciut begitu saja, sejak kemarin. Lalu apa yang akan kau lakukan tanpa motivasi?
Tak ada.
Harus ada perubahan!
Mulai hari ini kau harus pupuk motivasimu!
 Bagaimana caranya? Aku bingung….
Tak perlu bingung!
Sekarang dengar…
Sebenarnya kau tahu tidak apa yang menjadi keinginanmu?
Tahu tidak apa yang menjadi tujuanmu?
Pernahkah kau berpikir mengapa kau melakukan sesuatu..? pun kini saat kau membaca tulisan ini.
Tahukah kau mengapa kau membacanya? Apa sebenarnya tujuanmu.
Pikir saja, jika seseorang berbuat sesuatu tanpa tau tujuannya melakukan sesuatu itu, maka apa yang akan dihasilkannya? Apa yang menjadi parameter baginya untuk meraih sesuatu yang ia pun tidak tahu apa itu?
Mungkin ada yang berpikir, ngapain saya menentukan tujuan. Mengalir sajalah bagai air …. Go with the flow….
Okay…mengalirlah sesukamu tanpa tahu mau kemana air itu mengalir, kau tak mau kan air mengalir lalu masuk ke comberan? Saat kau sadar, kau sudah ada di depan comberan. Waw! Aku ingin balik….balik putar arah.,…ya susah…meski mungkin, tapi kemungkinan itu hanya sekian persen saja.
Jadi , untuk meraih sesuatu, apapun itu, kau harus tentukan dari sekarang. Catat apa tujuanmu? Apa keinginanmu. Dan catat pula apa amanahmu yang harus kamu lakukan saat ini. Amanah yang mungkin terbengkalai gara-gara sulit mengatur waktu…. Cari dan gali motivasi dan dorongan untuk dirimu melakukan sesuatu yang berharga menurut pandanganmu. Mencari motivasi yang mungkin bukan hanya untuk kepentingan dirimu sendiri saja , tetapi juga bagi orang di sekitarmu. Bermanfaat bagi sekelilingmu.
Dan Motivasi itu, ada dalam dirimu sendiri!
Ayo ………….. Semangat!!!
Dan katakan pada dirimu sendiri, dengan sedikit geraman dan penuh ketulusan, katakan dari hati,,,, Yang keras!!!
SAYA YAKIN! SAYA BISA! SAYA SUKSES!
LAA HAULAA WALAAQUWWATA ILLA BILLAH….
Allah bersama kita, ketika kita yakin , maka Allah pun akan memberi jawaban pada keyakinan kita.
Keep Spirit!!!

Senin, 27 Juni 2011 0 komentar

Beranikku....


Allah…beri aku keberanian menghadapi ini
Beri aku baja untuk menangkis keputusasaanku
Beri aku panah tuk melemahkan kemalasanku
Beri aku pedang untuk menebas habis keminderanku
Beri aku peluru untuk menghabisi ketakutanku…

Datangkanlah keberanian itu,…
Lebarkan sayapnya agar aku bisa berlindung di balik itu
Panjangkan tangannya agar mampu meraihku dan membawaku bersama
Kaitkan hatiku agar selalu terpaut dengannya…
Genggam tanganku agar tak lepas lagi dari nya

Dan aku kini mulai ada
Mulai rasai keberanian yang tak nampak dalam mata
Perlahan menyusup halus dan memberi kekuatan lagi
Allah bersamaku….
Bisikku…
Bisikku pada diriku…
Tak perlu takut…
Keberanian itu tertanam dalam dirimu.
Takkan pernah pergi jauh
Hanya kau yang terkadang tak sadari kehadirannya di hidupmu…
Sadarilah dan rasakanlah
Ketika kau kering motivasi,,,
GALI!!!
Gali dan gali!
Kau akan temukannya!


Rabu, 08 Juni 2011 0 komentar

Ketika Masa belumlah tiba


Teringat pada hati, ketika ia tak mampu tuk berkata
Jangan! Jangan saat ini…
Ketika itu pula aku berpikir tuk sempurna
Memang, kau pun tahu ku bukan sempurna
Aku?
Hanya manusia
Wahai Ukhti…
Mungkin sebuah kesalahan bagiku tuk mengatakannya saat ini
Fatal
Memanglah sangat fatal…
Aku tahu bahwa kini bukanlah masanya!
Tapi….nafsuku mulai bicara…
Turuti saja! Sana!
Aku teringat ketika nafsu tak sedikitpun mau melepas pelukannya dari hatiku.
Fikir ini mengingatNya setelah beberapa saat terenggut oleh bayangmu
Maukah kau punyai suami sepertiku?
Yang tak lagi suci hati
Yang tak mampu menjaga mata.,,,
Oh…kalau aku jadi kau wahai ukhti…
Aku takkan mau !

Hati hanyalah hati,,,tak bisa pungkiri…
YA! Anda benar! Benar sekali!
Tapi ingatkah bahwa nafsu bercokol LUAR BIASA dalam dada…
Tak inginkah Allah Ridho pada mu wahai Ukhti…
Tak inginkah hatimu kini kau persembahkan untuk Ilahi Robbi…
Pikirrr!!! Pikirrr dengan segenap imanmu…
Rasakan bahwa Kini Allah sedang melihatmu

Tak rasakan juakah engkau bahwa kau telah BERKHIANAT!
Kau duakanNya!
Astaghfirullahal’adzim…

Aku memang tak ingin salahkan dirimu…
Karenaku kau menjadi pengkhianatNya…
Aku tak mau…
Sungguh…aku tak mau jadi bebanmu…

Sekali lagi…karena ku bukan sempurna
Aku hanya lelaki biasa
Belum mampu tuk menjaga hijab bagimu
Belum mampu tuk menjemputmu saat ini…

Maka…
Ku ingin katakan padamu wahai ukhti..
Kini belumlah masanya…
Senin, 30 Mei 2011 0 komentar
0 komentar

Jika dan hanya jika (2)


Jika dan hanya jika ,
ia tak pernah datang dalam hidupku
Mungkin ku tak sebahagia hari ini
Mungkin takkan ku jumpai pengorbanan sebesar ini
Tak kutemui kesabaran yang masih melekat sampai detik ini
Ketulusan yang tak setiap orang bisa memberi
Dan ku beruntung
Ku beruntung mendapat sebuah ketulusan ini
Yang baru kusadari saat ini
Aku memang jahat
Sungguh jahat
Ketika ia datang memberiku rasa tulus
Hanya acuh ku berikan padanya
Tak pernah ku perdulikan kehadirannya
Tak pernah ku pikirkan perasaannya
Oh,,,,aku memang sungguh jahat
Ia selalu ada ketika ku menginginkannya
Ia tak pernah mengeluh ketika ku marah padanya
Ia selalu rela apapun sikapku padanya
Sungguh ia seseorang yang baik hatinya
Aku memang jahat…
Sungguh jahat…
Ku toleh yang lain ketika ku tlah miliki dia
Ku iris hatinya tanpa sepengetahuannya
Dan mungkin kasarnya
Ku tlah bunuh hatinya…
Oh…aku benar2 jahat
Seseorang yang selalu berkata “iya”
Ketika ku benar2 butuh keberadaannya
Ketika ku meminta sesuatu yang mungkin sulit  sebenarnya
Ketika ku ingin dia lakukan satu hal yang mungkin tak masuk akal
Ia kan selalu berkata “iya”
Dan kini ku balik bertanya pada hati
Pantaskah kau untuknya?
Pantaskah kau bersanding dengannya?
Setelah kau khianati hatinya…
Ia tetap tersenyum ceria!
Ia memiliki sifat ksatria…
Ia tak mau sedikitpun kau terluka…
Allah…

Kau sediakan aku pangeran ini….
Setelah ku terluka dengan orang lain yang aku anggap dia pangeranku…
Ya Allah,,,,
Terima kasih…
Namun….bukan saat ini ku ingin merasanya
Biarlah waktu menghampiri kita…
Jaga hatiku dan hatinya ya Allah…
Senin, 23 Mei 2011 0 komentar

Andai aku mereka


Andai aku mereka
Mungkin tak pernah ada waktu untukku bermanja dengan dunia
Berlari lepas, bebas dan tak memikirkan semuanya
Takkan pernah ku buang sebutir nasipun ketika waktu makan tiba
Karena untuk sebutir nasi itu,
 keringatku mengucur begitu deras di jalanan ibukota

Andai aku mereka
Ku berpikir seribu kali untuk berpesta
Berpesta? Mungkin hanya sekedar hayalan belaka
Berpesta di jalanan dengan gorengan yang ku beli dari hasil ku ngamen di jalanan
Ya pesta jalanan…
Hanya itu…

Andai aku mereka
Mungkin rasa iri selalu menghantui ketika kulihat anak berbaju seragam rapih
Dan  berlari riang keluar pintu gerbang sekolahnya
Sedang aku terpaksa berkeliaran di jalan
Hanya demi sesuap nasi untuk mengganjal perut yang lapar

Andai aku mereka
Kan ku simpan dalam benakku impian setinggi-tingginya
Meski ku tahu mungkin semua percuma
Namun hati ini sedikit lega
Setidaknya mengurangi beban pikirku
Dewasa nantinya…

Andai aku mereka
Mungkin pikiranku selalu mengelana
Berpikir kapan ini berakhir sempurna
Bertanya pada siapa?
Siapa yang mau tuk dengarkan….?

Andai aku mereka
ku tak yakin ku mampu bertahan sepenuhnya
Tanpa mengeluh dan menangis dengan kerasnya
Menerima semua catatan hidup yang nyata…
dan berharap uluran dari sesama

tapi ku iri pada mereka
dengan segenap hati bersyukur atas takdirnya
menerima dengan penuh lapang dada
meski begitu, mereka pun punya nyawa,
punya hak untuk bahagia…




 
;